Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2011

Being religious, in a dogmatic or spiritual way?

Kemarin nyaris seharian saya onlineee mlulu, saya berwisata blog, tapi hanya satu blog. Blog punya seorang agnostik yang tau banyak tentang ajaran agama-agama, yang postingannya bikin saya berpikir ulang tentang pandangan saya pada agama dan tuhan. Saya adalah pemeluk salah satu agama, tapi tidak taat. Saya masih berat menjalankan semua ritual-ritualnya. Menjalankan ajaran-ajaran di dalamnya. Bahkan saya masih mengecap ragu dalam beragama. Saya belum yakin, tapi saya masih berusaha menjalankannya. Walau kadang itu semua hanya terasa seperti ritual yang kosong dan kering. Saya belum menikmatinya, belum mendapatkan kepuasan di sana. Entahlah saya tidak bisa meninggalkannya begitu saja, untuk seterusnya. Kalau dalam hitungan hari tidak beribadah, saya pernah. Tapi berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun tidak beribadah? Ah membayangkan saja tak sanggup. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan agama. Tidak perlu ragu dengan agama. Agama itu pedoman hidup, termaktub banyak at...

Then what is it for? consumerism?

Err, saya lagi over produktif skrg, bawaannya pengen nulis mlulu. Maaf ya blog jadi sering dijamah, hmm biar kamu gak jablay juga sih *apa sih nop* Kali ini saya ingin membahas tentang hidup, jalan kehidupan, tepatnya pilihan hidup. Eh, tapi saya ngelantur dulu ya, hehe.. Hmm, hidup itu katanya sudah ada yang menggariskan, membuatkan skenario dengan apik ciamik yang terbaik. Tuhanlah sutradara kehidupan itu. Mungkin tuhan adalah sutradara paling produktif karena dalam satu waktu mampu menyutradarai beribu juta skenario manusia. Akan tetapi di luar itu semua, benarkah tuhan telah menggariskan semuanya? Atau seberapa detail ia membuatkan jalan cerita untuk manusia? Di luar benar tidaknya anggapan itu, saya berpikir bahwa manusia dengan cipta, rasa, karsa nya adalah makhluk hidup yang didesain untuk aktif menentukan pilihan, termasuk jalan hidupnya. Jalan hidup, rasanya sangat panjang dan sangat luas. Tapi di jaman modern seperti ini, sepertinya jalan hidup akan dititikberatkan pada pendi...

Is it real?

Pernahkan merasa hampa tanpa alasan yang pasti? Perasaan hampa yang membuatmu berjalan tanpa tujuan. Membuatmu memilih untuk keluar dari kamar 3x3, menuntaskan rindu pada belaian angin, berkelana menuju kota tanpa batas, berdua sekaligus seorang diri. Bersama motor hitam yang setia dan tak banyak kata. Berdua dengannya sekaligus seorang diri. Mengenyam kata dalam ruang terbuka nan semu di dalam kepala. Berkendara tanpa tujuan, tanpa konsentrasi penuh. Dikendalikan oleh impulsivitas, dorongan ingin yang lagi-lagi tak pernah beralasan. Mengurai benak, menikmati rasa, memutar kembali memori. Ada kala mata lalu berkaca-kaca, merasa papa sendiri, merasa sendiri, merasa tak berarti. Hampa. Betapa absurd perasaan itu,n pun betapa nyata menyapa. Pernahkan merasa ada luka menganga jauh di dalam sini? Ya di sini, ada luka yang membuatmu perih, membuatmu meringis, membuatmu menangis. Luka yang tak bisa dibetadin, luka yang tak bisa diperban, luka yang tidak bisa disentuh lalu dielus-elus, atau di...

Haruki Murakami

"Memories are what warm you up from the inside. But they're also what tear you apart." "Why do people have to be this lonely? What's the point of it all? Millions of people in this world, all of them yearning, looking to others to satisfy them, yet isolating themselves. Why? Was the earth put here just to nourish human loneliness?" "Death is not the opposite of life, but a part of it." "Unfortunately, the clock is ticking, the hours are going by. The past increases, the future recedes. Possibilities decreasing, regrets mounting."