Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2018

Karya

Beberapa tahun belakangan ini, aku sangat suka berbagai karya musik musisi lokal. Perkembangannya menurutku luar biasa. Cukup bisa mengobati rasa kecewaku dengan arus EDM yang tak kunjung habis di pasar internasional. Karena lokalitasnya, aku bisa nonton konser mereka tiap kali mereka bertandang ke Jogja. Selain itu, bisa kepo-kepo juga ke berbagai interview oleh banyak media lokal baik yang populer ato alternatif. Bisa fangirling dan mengkhayal babu juga wkwkwk secara masih senegara. Padahal dulu menggapai yang sesekolahan aja tidak mampu 😅 Iga Massardi dan Bam Mastro adalah dua musisi favorit yang kuikuti wawancara-wawancaranya. Dari keduanya, aku belajar tentang pentingnya musisi untuk punya karya yang menyuarakan apapun keresahannya. Karya itu perlu dari hati dan nantinya ia akan menemukan pasarnya sendiri. Akan ada orang-orang yang beresonansi dengan yang kita cipatakan. Pasar bisa diciptakan kata ERK mah. Dan, ketika orang lain, banyak orang, menyanyikan karya kita, sebag...

Salib yang kita panggul

Ketika ia berkata bahwa satu kritikan terhadap karya bisa membuatnya down, aku sempat berpikir bahwa ia adalah orang yang haus akan penerimaan dari orang lain. Hari ini aku berkaca pada diriku sendiri. Ketika orang asing tak dikenal merendahkan argumenku, ternyata itu menyakitkan. Apakah itu artinya aku juga haus akan penerimaan dari orang lain? Atau, kebutuhan akan penerimaan itu adalah alamiah dan wajar adanya. Dalam artian, respon munculnya perasaan down dan sakit hati adalah spontan dan alamiah. Hanya saja, seberapa lama, seberapa dalam, dan bagaimana ia termanifestasikan dalam perilaku lah yang akan menjadi tolok ukur apakah sakit hati itu sebagai hal yang normal atau patologis. Apakah kebutuhan akan penerimaan dalam taraf yang wajar atau sudah dalam tahap kehausan. Ketika aku mengakui oh ternyata menyakitkan ya mengetahui ada orang yang merendahkan ku. Ya pada kasus ini, aku, bukan argumenku. Kemudian, ada suara dari dalam diriku: setiap orang punya salib yang perlu ia pan...

Mengurai rasa

Hari ini aku merasa tidak jelas. Tidur-tiduran mainan handphone sejam penuh. Aneh, tidak tahu apa yang sebetulnya terjadi. Cuma satu yang aku tahu saat itu. Aku ingin makan yang enak! Lalu, pikiranku terhenti. Masih jam empat dan aku sudah ingin makan, artinya aku lapar bukan karena memang perutku kosong tapi hatiku yang kosong. Cielah. Iya, ada istilah yang dikenalkan oleh salah seorang temanku yaitu lapar psikologis. Reaksi lapar karena kita merasa tidak nyaman dengan suatu hal, sehingga, kita merasa perlu makan karena makan membuat kita nyaman. Jadi, makan sebagai semacam pengalih emosi, dari tidak nyaman jadi nyaman, dari tidak senang jadi senang. Lalu aku mencoba mengurainya satu persatu apa saja perasaan yang tidak nyaman ini? Ada rasa tidak kompeten Rasa bersalah Marah Berpikir bahwa tadi aku tidak bisa memberikan penjelasan secara runut dan logis Berpikir bahwa kenapa aku sangat sulit menjelaskan satu hal yang abstrak ke dalam hal yang lebih konkri...

Ketika Mata Tertutup membikin mataku sembab

Mata Tertutup adalah film karya Garin Nugroho yang berkisah tentang terorisme yang dilakukan oleh gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Ketika sesi diskusi selepas pemutaran film, dijelaskan lebih lanjut bahwa film ini melalui   proses riset terkait gerakan Jemaah Islamiyah. Proses riset ini pun sangat melibatkan para aktornya secara aktif. Bahkan disampaikan bahwa film ini tidak berjalan dengan script, tapi tiap aktor mengekplorasi sendiri tiap karakter, mengembangkan dan mengimprovisasi peran yang dimainkan. Saat pengambilan gambar, Garin akan memberikan umpan balik untuk tiap adegan. Oleh sebab itu, para aktor ini kemudian membaca buku-buku tentang terorisme, membaca catatan harian orang Jemaah Islamiyah, bertemu orang Jemaah Islamiyah di penjara, dan mungkin masih banyak lagi. Jadi bisa dibilang film ini berdasarkan kisah nyata, meski tidak ada klaim tertentu seperti itu di film ini. Film ini berkisah tentang NII yang menganggap bahwa NKRI adalah sistem pemerintahan y...