Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2011

Dunia dalam 140 karakter

Saya bukan pengguna aktif twitter. Dulu sempet punya dan aktif di sana, tapi jenuh, lalu deactivate akun. Berbulan-bulan kemudian, saya bikin lagi untuk memenuhi kebutuhan informasi seperti kompas.com dan lain-lain. Tidak ada tendensi untuk berteman ataupun ngetwit katarsisan. Tapi sudah berbulan-bulan juga dari sekarang, saya tidak pernah membuka akun twitter. Saya bersyukur tidak lagi menjadi pengguna aktif twitter. Walau masih suka buka twitter tanpa sign in buat sekedar stalking kepo-kepo an *pengakuan dosa* :D Twitter, ia menyederhanakan segala hal dalam 140 huruf. Begitu cepat, singkat, dan sangat sederhana. Iaseperti melegalkanmu untuk menuliskan apapun dalam 140 huruf, hmm 2-3 kalimat saja mungkin? Memperbolehkanmu untuk menuliskan perasaanmu yang paling absurd, kegiatanmu yang sangat tidak penting untuk diketahui orang lain, hingga pemikiran geniusmu yang sayang sekali berpotensi tereduksi maknanya dalam 140 huruf. Itulah wajah twitter yang justru mempesonai para penggunanya. ...

Dari sanggar cermin, jalanan jogja, sampai rektorat.

Hari terus bergulir dari senin ke selasa ke rabu dan terus seperti itu. Selama bumi masih mengelilingi matahari, waktu akan terus bergerak maju. Dan berbagai peristiwa akan setia menemani waktu melangkah. Terkadang, mereka menjadi sangat spesial dengan caranya yang sangat sederhana. Seperti hari ini, one of my best day ever. Sore tadi saya melewatkan waktu yang sangat menyenangkan dengan sekumpulan anak di sebuah sanggar. Sebenarnya kami hanya bermain-main sederhana saja. Bermain cublak-cublak suweng, sebuah permainan yang kadang dimainkan semasa kecil. Lalu petak umpet. Lagi-lagi ini adalah permainan yang saya mainkan dulu, sering banget malah. Setelah itu kasti, meskipun saya gak ikut main cuma jadi pelempar bola doang. But, it's totally fun! Ada dua alasan besar mengapa momen ini menjadi sangat menyenangkan. Pertama, bermain permainan tradisional seperti ini adalah cara mengenang romatisme masa kecil yang bergembira ria. Kedua, berinteraksi dengan anak-anak setelah sekian lama t...