Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2012

Sebuah surat titipan rindu

 Ano   Aku belum cukup lama mengenalmu, tapi aku bertaruh kelak kau akan menjadi seorang laki-laki yang memukau dengan kelembutan hatimu. Aku mengenalmu sebagai seorang kecil yang penyayang.  Aku termangu memandangi tubuh ringkihmu yang tak lelah menggendong adikmu, sandi, ke sana kemari. Aku terharu mengetahui bagaimana sandi menangis kencang untuk memanggilmu, lalu terdiam bahkan tertawa saat kamu menghampirinya.  Aku berbangga saat kau menolak ikut sikat gigi bersama demi menjaga sandi, padahal kamu sudah diiming-imingi sikat gigi gratis.  Semua tentangmu, sebenarnya tak pernah lepas dari sandi yang dengan setia kamu temani.  Karena itulah Ano, saat hari terakhir kita bersama, aku senang sekali dapat terus menggandeng tangan kecilmu selama perjalanan kita dari Langgo hingga Ndengo.  Aku tak segan dengan keringat yang menyelip pelikat di antara kedua tangan kita yang saling menggenggam. Aku gembira kita bisa menyanyi bersama sepanjang jalan, mesk...