Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2013

Looking For Alibrandi

Josephine Alibrandi berumur tujuh belas tahun, duduk di bangku terakhir SMU. Hidup bersama ibunya yang single parent dan nenek yang kuno dan kolot yang bikin sakit kepala, belum lagi melakukan persiapan untuk menghadapi ujian akhir. Tapi itu belum apa-apa. Josie masih harus menghadapi kenyataan bahwa ternyata tidak semua rencana yang disusunnya dengan begitu saksama dapat terwujud seluruhnya. Tanpa terduga dia harus menghadapi kenyataan bertemu dengan ayahnya untuk pertama kalinya seumur hidup, jatuh cinta, dan membongkar rahasia keluarganya di masa lalu. Terlepas dari semua kekalutan itu, tahun ini pula Josie belajar memahami bahwa kebebasan bukan berarti melupakan masa lalu. Ada kalanya, kau harus menjadi diri sendiri untuk dapat membebaskan dirimu… -- Looking for Alibrandi sebenarnya adalah novel lama, sepertinya saya membacanya saat SMP-sekarang saya sudah kuliah S1 semester 9. Novel teenlit pula, genre yang sudah saya tinggalkan sejak awal SMA. Namun, hari ini saya membaca...

Tentang yang seksual, tantang yang tabu

Saya tak menyangka sebuah ide iseng untuk nonton film Korea di TV malah membuat saya memikirkan tentang hal yang katanya masih tabu, seks-dalam perspektif yang agak berbeda. Saya menonton film ini sudah di tengah jalan, karena iseng saja saat memindah-mindah saluran. Sayangnya, saya juga tidak rampung menontonnya; di tengah-tengah film saluran diganti oleh adik karena ada adegan seorang laki-laki yang diam-diam mencoba melepas celana dalam seorang perempuan-sepertinya akan memperkosanya. Padahal sebenarnya film ini cukup menarik, dan entah seperti apa kelanjutan adegan tersebut, menurut saya adegan tersebut layak berada di film tersebut karena berada dalam konteks yang pas. Sinopsis film ini bisa dicek di sini atau thrillernya di sini. Adegan-adegan yang mengarah ke hubungan seksual sebenarnya cukup mudah ditemui dalam sebuah film, baik buatan lokal atau luar. Bagi sebagian orang ini menjadi daya tarik tersendiri, sebagian yang lain justru dianggap menjijikkan-dan adik saya mungkin t...