Skip to main content

Curhat Tesis


Ketika hidup berisikan peristiwa yang menyenangkan maupun menyakitkan, yang perlu dilakukan adalah menerimanya sebagai perjalanan hidup. Dan seperti kata Pram, bahwa apa yang membuat hidup sedemikian kaya adalah bagaimana cara kita memaknainya.

Kemarin, aku mengerjakan data tesisku. Aku mulai melakukan analisis kuantitatif yang ternyata cukup rumit juga. Dag dig dug, rasanya sangat tidak karuan hatiku ketika satu per satu hasil analisis tersingkap. Mungkin ada rasa kecewa ketika aku berhadapan dengan data-data itu karena tidak seperti yang kuharapkan. Saat itu, “Yah Tuhan aku ingin lari”, tampaknya adalah suara hati yang bersuara keras di diriku. Eh, atau halusinasi? Hehe. Namun, aku tahu bahwa keinginanku untuk lari ini hanyalah usaha menunda rasa sakit. Oleh sebab itu, aku tetap berusaha menghadapinya hingga selesai. Hamdalah, berhasil.

Namun, kegalauan kembali muncul karena dengan analisis kuantitatif yang sudah lengkap, aku sama sekali tidak punya gambaran apa sebenarnya kesimpulan dari data-data ini? Atau kalau kupikir-pikir tampaknya lebih kepada aku tidak siap dengan petunjuk dari diriku bahwa data ini tidak seperti yang kuharapkan. Hancur saat itu rasanya. Tesis yang sudah kukerjakan dengan berhati-hati selama berbulan-bulan, akankah sesia-sia ini?

Aku jenuh. Jengah. Lelah. Lalu beristirahat.

Aku berniat mengendapkan.

Aku menerima.

Aku melepaskan.

Lalu ketika mandi sore ini, tiba-tiba aku yakin ada suara hati yang menuntunku bahwa bukankah data itu selayaknya pengalaman yang tidak pernah berada dalam kontrol kita sebagai manusia? Namun, apa yang berarti bukan terletak pada pengalaman itu semata. Apa yang berarti di tesisku bukan terletak pada data itu semata. Namun, bagaimana kita memaknai pengalaman pun data yang ada?

How to make the data make senses?

Hihihi semangats nooov. Lihat lagi setiap data yang ada dengan sikap terbuka. Rangkaikan mereka menjadi sebuah cerita yang utuh. Pahamilah apa yang sebenarnya terjadi dan elaborasikan dengan teori yang diketahui. Bayangkan bahwa ini adalah bagian puzzle dalam keluasan semesta psikologi transpersonal. Kenalilah apa yang membuatnya baik dan apa celah yang masih perlu ditambal? Ingat bahwa tesis tidak hanya tentang kesimpulan tapi juga limitasi dan saran.

Jadi, selamat menulis tesis lagi. Semoga teguh merawat integritas.

XOXO

Comments